hai guys kali ini gua ngepost "andai aku adalah mereka" ga ngerti ini cerpen atau novel atau ga dua2nya.haha yang penting di baca aja dulu yaaaa :)
ANDAI AKU ADALAH MEREKA
Dengan air mata yang terus mengalir aku menulis ini sendirian, disuatu tempat yang penuh keramaian tapi hampa bagiku, terasa semuanya kosong, sepi. sungguh aku tak tau bagaimana untuk mengungkapkan semua yang ku rasakan, jika aku bisa memilih aku tidak pernah mau ada di keadaan sekarang, dimana yang awalnya aku di manja sekarang aku di buang demi manusia manusia baru yang baru saja mengenalmu.
****
seiring berjalannya waktu aku semakin yakin kamu memang yang terbaik untukku, aku disini masih menunggu kepastian yang dari dulu kamu ungkapkan padaku. aku siap untuk memperjuangkan semuanya, tapi kamu malah sibuk dengan manusia manusia baru itu, andai aku adalah mereka, yang bisa miliki kamu tanpa mengenal kamu lebih lama, andai aku adalah mereka yang dapat mencuri perhatianmu tnpa perjuangan yang cukup besar. mungkin ku lebih bahagia dari pada saat ini.
****
hingga saat itu aku memilih untuk mundur tapi kamu berusaha meyakinkan aku untuk tetap bertahan di tali yang rapuh, kamu mengirim aku sebuah lagu yang intinya kamu masih menunggu jawabn ku.
"suaranya bagus hehe"
"kamu tetep disini ya sama aku"(ujar laki laki itu)
"buat apa?"
"aku masih mempersiapkan untuk ungkapkan semuanya, untuk meyakini orang tua kmu"
"baik, aku tunggu :)"
"aku mohon buang semua ragu kamu untuk aku ya"
"iya, :)"
"makasih :)"
waktu itu memang dia mengungkapkan rasanya kepadaku tapi aku bilang, "yakini orang tuaku", kita memang blm punya status apa apa tapi aku merasakan ada yang beda, aku nyaman jika dia ada bersamaku.
sebulan, 2 bulan, 3 bulan aku tunggu dia mengungkapkannya lagi padaku tapi sampai bulan ke 6 belum juga dia mengungkapkan semuanya, sampai akhirnya dia menemukan manusia manusia baru itu, sedikit demi sedikit dia mulai jauh, mungkin menurutnya aku hanyalah diam, padahal dibalik kecuekan ku, ku perhatikan semua yang telah ia lakukan padaku,
setelah ia menemukan manusia baru itu, dia lupa dengan perkataannya yang nanti akan dia ungkapan , bahkan untuk mengabari akupun dia lupa, dulu aku menjadi prioritasnya tapi sekarang aku di jadikan sampah,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar